Cari Blog Ini

Memuat...

Jumat, 22 April 2011

biografi tokoh keperawatan dunia

Florence Nightingale (The Lady with the Lamp)
salah-satu-foto-terakhir-florence-nightingale1 
Florence Nightingale lahir di Firenze (Florence), Italia tanggal 12 Mei 1820. Ayah Florence bernama Wiliam Nightingale seorang tuan tanah kaya di Derbyshire, London. Ibunya Frances (“Fanny”) Nightingale née Smith keturunan ningrat, keluarga Nightingale adalah keluarga terpandang. Florence memiliki seorang kakak bernama Parthenope. Semasa kecil Florence Nightingale tinggal di Lea Hurst yaitu sebuah rumah besar dan mewah milik ayahnya.  Saat usia remaja, Florence tidak seperti anak ningrat kebanyakan yang suka bermalas-malasan dan berfoya-foya, Florence lebih banyak beraktivitas diluar rumah membantu warga sekitar yang membutuhkan.
Tahun 1846 ia mengunjungi Kaiserswerth, Jerman.  Ia mengenal lebih jauh tentang Rumah Sakit Modern Pioner yang dipelopori oleh Pendeta Theodor Fliedner bersama istrinya dan dikelola oleh biarawati Lutheran dari kalangan katolik. Disana Florence terpesona akan pekerjaan sosial keperawatan yang dipraktekan oleh para biarawati, Florence pulang ke Inggris dengan membawa angan-angannya tentang keperawatan.
Tahun 1851 saat Florence menginjak usia 31 tahun ia dilamar oleh Richard Monckton Milnes (seorang penyair dan seorang nigrat) namun lamaran tersebut ditolaknya karena pada tahun tersebut Florence sudah membulatkan tekadnya untuk mengabdikan dirinya didunia keperawatan. Keinginan Florence menjadi perawat ditentang keras oleh ibu dan kakaknya karena pada saat itu ditempatnya perawat dianggap sebagai pekerjaan hina. Ayahnya setuju jika Florence mengabdikan diri untuk kemanusiaan, namun ayahnya tidak setuju jika ia menjadi perawat di rumah sakit, karena saat itu rumah sakit adalah tempat yang kotor dan menjijikan.
Namun, Florence tetap pergi ke Kaiserswerth untuk mendapatkan pelatihan bersama biarawati disana, ia belajar disana selama empat bulan, walaupun ditekan oleh keluarganya yang khawatir terjadi implikasi sosial yang timbul karena seorang gadis yang menjadi perawat serta latar belakang RS yang Katolik sementara Florence dari Kristen Protestan. Selain itu, Florence pernah bekerja di rumah sakit untuk orang miskin di Perancis.
Tanggal 12 Agustus 1853, Florence kembali ke London dan bekerja sebagai pengawas bagian keperawatan di Institute for the Care of Sick Gentlewomen, sebuah rumah sakit kecil di Upper Harley Street, London. Posisi ini ia tekuni hingga Oktober 1854, karena tahun ini terjadi perang krimea sehingga ia menjadi sukarelawan untuk merawat korban perang. Ayah Florence memberinya €500 pertahun (Setara Rp.425 juta pada saat sekarang) sehingga ia dapat hidup nyaman dan meniti karirnya.
Di rumah sakit ini ia berargumentasi keras dengn komite rumah sakit karena menolak pasien yang beragama katolik, Florence mengancam akan mengundurkan diri kecuali pihak rumah sakit merubah peraturan memberinya izin tertulis bahwa; “ Rumah Sakit akan menerima tidak saja pasien yang beragama Katolik, tetapi juga Yahudi dan agama lainnya, serta memperbolehkan mereka menerima kunjungan dari pendeta-pendeta mereka termasuk rabi, dan ulama untuk orang Islam”. Dan akhirnya komite rumah sakit pun menyetujuinya.
Meletusnya perang di Semenanjung Krimea tahun 1854 yang memakan banyak korban membuat Florence mengajukan surat kepada mentri penerangan inggris saat itu (Sydney Hubert) untuk menjadi sukarelawan, ia merupakan sukarelawan wanita satu-satunya yang mendaftarkan diri. Tanggal 21 Oktober 1854 bersama 38 gadis sukarelawan yang telah ia latih termasuk bibinya Mai Smith, mereka berangkat ke Turki menumpang sebuah kapal, bulan November 1854 mereka mendarat di di rumah sakit pinggir pantai di Scutari.
Kondisi rumah sakit tersebut saat Florence baru tiba disana sangat mengerikan, semua ruangan penuh sesak dengan prajurit yang terluka dan berates-ratus prajurit bergelimpangan dihalaman tanpa tempat berteduh dan tanpa ada yang merawat. Potongan-potongan tubuh sisa amputasi tertumpuk diluar jendela dan tidak ada yang membuangnya sehingga menggunung dan menimbulkan bau tak sedap.
Florence melakukan perubahan-perubahan penting, ia mengatur tempat tidur para penderita diruangan dan untuk penderita diluar ruangan ia mengusahakan setidaknya bernaung dibawah pohon dan ia juga menugaskan mendirikan tenda. Penjagaan dilakukan secara teliti, begitu juga perawatan dilakukan dengan cermat; perban diganti secara berkala, obat diberikan pada waktunya, lantai rumah sakit dipel setiap hari, meja kursi dibersihkan, baju-baju kotor dicuci dengan mengerahkan bantuan tenaga dari penduduk setempat. Akhirnya gunungan potongan tubuh manusia selesai dibersihkan, dibuang jauh-jauh dan dikubur. Dalam sebulan rumah sakit berubah sama sekali, jeritan dan rintihan prajurit yang terluka sudah berkurang, walaupun bau akibat tumpakan daging belum hilang sama sekali. Para perawat yang bekerja disana dibawah pengawasan Florence Nightingale. Pada malam hari ketika perawat lain beristirahat memulihkan diri, Florence menulis pengalamannya dan cita-citanya tentang keperawatan, dan obat-obatan yang ia ketahui.
Kerja keras Florence membersihkan rumah sakit tidak berpengaruh banyak terhadap jumlah kematian para prajurit, angka kematian menjadi yang terbanyak diantara rumah sakit lain didaerah tersebut. Sebagian besar para prajurit mati karena penyakit tipes, tifoid, kolera, dan disentri dibandingkan dengan kematian akibat luka-luka perang. Kondisi rumah sakit menjadi sangat fatal karena jumlah pasien melimpah lebih banyak dari daya tampungnya sehingga menyebabkan pembuangan limbah dan ventilasi memburuk.
Pada bulan Maret 1855 setelah hampir enam bulan Florence disana, komisi kebersihan inggris datang memperbaiki sistem pembuangan limbah dan sirkulasi udara sehingga jumlah kematian menurun drastis. Sebelunya Florence yakin bahwa tingkat kematian prajurit yang tinggi dikarenakan nutrisi yang kurang dari makanan dan juga beban bekerja yang berat bagi prajurit, namun setelah kembali ke inggris dan mengumpulkan bukti-bukti dihadapan komisi kesehatan tentara inggris, akhirnya Florence menyadari bahwa tingkat kematian yang tinggi diakibatkan karena kondisi rumah sakit yang kotor dan memprihatinkan, sehingga ia gigih mengkampanyekan kebersihan lingkungan sebagai hal utama. Kampanya tersebut berhasil menurunkan angka kematian prajurit pada saat tidak terjadi peperangan dan Florence menunjukan betapa pentingnya desain pembuangan limbah dan ventilasi udara sebuah rumah sakit.
Pada saat pertempuran dahsyat di luar kota telah berlalu, seorang bintara datang dan melapor pada Florence bahwa dari kedua belah pihak korban yang berjatuhan banyak sekali. Rombongan pertama datang namun ternyata jumlahnya sedikit, Bintara tersebut mengatakan bahwa korban selanjutnya harus menunggu sampai besok karena sudah terlanjur gelap.
Florence memaksa bintara tersebut untuk mengantarnya ke bekas medan pertempuran untuk mengumpulkan korban yang masih bisa diselamatkan karena bila mereka menunggu hingga esok hari korban-korban tersebut bisa mati kehabisan darah. Berangkatlah mereka berenam ke bekas medan pertempuran, semuanya pria, hanya Florence satu-satunya wanita. Florence dengan berbekal lentera membalik dan memeriksa tubuh-tubuh yang bergelimpangan, membawa siapa saja yang masih hidup dan masih bisa diselamatkan, termasuk prajurit Rusia. Malam itu mereka kembali dengan membawa lima belas prajurit, dua belas prajurit Inggris dan tiga prajurit Rusia.

Semenjak saat itu setiap terjadi pertempuran, pada malam harinya Florence berkeliling
dengan lampu untuk mencari prajurit-prajurit yang masih hidup dan mulailah ia terkenal sebagai bidadari berlampu yang menolong di gelap gulita. Banyak nyawa tertolong yang seharusnya sudah meninggal.
Florence Nightingale kembali ke Inggris sebagai pahlawan pada tanggal 7 Agustus 1857. Nightingale pindah dari rumah keluarganya di Middle Claydon, Buckinghamshire, ke Burlington Hotel di Piccadilly. Nightingale memainkan peran utama dalam pendirian Komisi Kerajaan untuk Kesehatan Tentara Inggris, dengan Sidney Herbert menjadi ketua. Nightingale menulis laporan 1.000 halaman lebih yang termasuk laporan statistik mendetail. Laporan Komisi Kerajaan membuat adanya pemeriksaan tentara militer, dan didirikannya Sekolah Medis Angkatan Bersenjata dan sistem rekam medik angkatan bersenjata.
Ketika ia masih di Turki, pada tanggal 29 November 1855, publik memberikan pengakuan pada Florence Nightingale untuk hasil kerjanya pada saat perang. Sekembalinya Florence ke London, ia diundang oleh tokoh-tokoh masyarakat. Mereka mendirikan sebuah badan bernama “Dana Nightingale”, dimana Sidney Herbert menjadi Sekertaris Kehormatan dan Adipati Cambridge menjadi Ketuanya. Badan tersebut berhasil mengumpulkan dana yang besar sekali sejumlah ₤45.000 sebagai rasa terima kasih orang-orang Inggris karena Florence Nightingale berhasil menyelamatkan banyak jiwa dari kematian.
Florence menggunakan uang itu untuk membangun sebuah sekolah perawat khusus untuk wanita yang pertama. Florence berargumen bahwa dengan adanya sekolah perawat, maka profesi perawat akan menjadi lebih dihargai, ibu-ibu dari keluarga baik-baik akan mengijinkan
anak-anak perempuannya untuk bersekolah disana dan masyarakat akan lain sikapnya menghadai seseorang yang terdidik. Sekolah tersebut pun didirikan di lingkungan rumah sakit St. Thomas Hospital, London.
Saat dibuka pada tanggal 9 Juli 1860 berpuluh-puluh gadis dari kalangan baik-baik mendaftarkan diri, perjuangan Florence di Semenanjung Krimea telah menghilangkan gambaran lama tentang perempuan perawat. Dengan didirikannya sekolah perawat tersebut telah diletakkan dasar baru tentang perawat terdidik dan dimulailah masa baru dalam dunia perawatan orang sakit. Kini sekolah tersebut dinamakan Sekolah Perawat dan Kebidanan Florence Nightingale (Florence Nightingale School of Nursing and Midwifery) dan merupakan bagian dari Akademi King College London.
Pada tahun 1860 Florence menulis buku Catatan tentang Keperawatan (Notes on Nursing) buku setebal 136 halaman ini menjadi buku acuan pada kurikulum di sekolah Florence dan sekolah keperawatan lainnya. Pada tahun 1861 cetakan lanjutan buku ini terbit dengan tambahan bagian tentang perawatan bayi. Pada tahun 1869, Nightingale dan Elizabeth Blackwell mendirikan Universitas Medis Wanita. Pada tahun 1870-an, Linda Richards, “perawat terlatih pertama Amerika“, berkonsultasi dengan Florence Nightingale di Inggris, Linda Richards menjadi pelopor perawat di Amerika Serikat dan Jepang.
Pada tahun 1883 Florence dianugrahkan medali Palang Merah Kerajaan (The Royal Red Cross) oleh Ratu Victoria. Pada tahun 1907 Florence Nightingale dianugerahi dengan bintang jasa The Order Of Merit dan Florence Nightingale menjadi wanita pertama yang menerima bintang tanda jasa ini. Pada tahun 1908 ia dianugrahkan Honorary Freedom of the City dari kota London.
Florence Nightingale meninggal dunia di usia 90 tahun pada tanggal 13 Agustus 1910. Ia dimakamkan di Gereja St. Margaret yang terletak di East Wellow, Hampshire, Inggris.
















Tokoh Keperawatan Islam
Rufaidah Al-Asalmiya (570 – 632 M), perawat muslim pertama di dunia
Rufaidah Al-Asalmiya atau Siti Rufaidah adalah perawat muslim pertama didunia, ia sudah ada jauh sebelum Pioneer of Modern Nurse lahir kedunia. Semoga sekelumit kisah ini bisa menambah pengetahuan kita tentang orang-orang yang berjasa dalam bidang keperawatan. Di Indonesia, nama Rufaidah sendiri masih terasa asing dibandingkan dengan tokoh-tokoh keperawatan dunia yang berasal dari golongan barat. Namun dikalangan Negara arab dan timur tengah, nama Florence Nightingale tidak lebih terkenal dari Rufaidah Binti Sa’ad /  Rufaidah Al-Asalmiya.
Rufaidah Al-Asalmiya memiliki nama lengkap Rufaidah Binti Sa’ad Al-Bani Aslam Al-Khazraj. Ia lahir di Yatrhrib, Madinah pada tahun 570 M dan wafat pada tahun 632 M. Rufaidah hidup pada masa Rasulullah SAW pada  abad pertama Hijriah atau abad ke-8 Masehi. Ia termasuk golongan kaum Anshor (Golongan pertama yang menganut agama Islam di Madinah).
Ayah Rufaidah adalah seorang dokter, Rufaidah mempelajari ilmu keperawatan saat ia bekerja membantu ayahnya. Saat kota madinah berkembang, ia mengabdikan diri merawat kaum muslimin yang sakit. Saat tidak terjadi peperangan, Rufaidah membangun tenda diluar Masjid Nabawi untuk merawat kaum muslimin yang sakit. Pada saat perang Badar, Uhud, Khandaq, dan perang Khaibar Rufaidah menjadi sukarelawan dan merawat korban yang terluka akibat perang. Ia mendirikan rumah sakit lapangan, sehingga Rasulullah SAW memerintahkan korban yang terluka dirawat oleh Rufaidah.
Rufaidah Al-Asalmiya melatih beberapa kelompok wanita untuk menjadi perawat, dan dalam perang Khaibar mereka meminta izin kepada  Rasulullah SAW untuk ikut di garis belakang pertempuran untuk merawat para mujahid yang terluka. Tugas ini digambarkan mulia oleh Rufaidah, dan merupakan pengakuan awal untuk pekerjaannya dibidang keperawatan dan medis.
Selain berkontribusi dalam merawat mereka yang terluka saat peperangan, Rufaidah Al-Asalmiya juga terlibat dalam aktifitas sosial dikomunitasnya. Dia memberi perhatian kepada setiap muslim, orang miskin, anak yatim, atau penderita cacat mental. Dia merawat anak yatim dan memberi bekal pendidikan. Rufaidah digambarkan memiliki kepribadian yang luhur dan empati sehingga memberikan pelayanan keperawatan kepada pasiennya dengan baik dan teliti. Ia digambarkan sebagai pemimpin dan pencetus sekolah keperawatan pertama didunia islam meskipun lokasinya tidak dapat dilaporkan. Ia juga merupakan penyokong advokasi pencegahan penyakit atau yang lebih dikenal dengan Preventive Care serta menyebarkan pentingnya penyuluhan kesehatan (Health Education).
Rufaidah adalah seorang pemimpin, organisatoris, mampu memobilisasi dan memotivasi orang lain. Ia digambarkan memiliki pengalaman klinik yang dapat diajarkan kepada perawat lain yang dilatih dan bekerja dengannya. Dia tidak hanya melaksanakan peran perawat dalam hal klinikal saja, ia juga melaksanakan peran komunitas dan memecahkan masalah sosial yang dapat mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit. Sehingga Rufaidah sering juga disebut sebagai Public Health Nurse dan Social Worker yang menjadi inspirasi bagi perawat di dunia islam.
Sejarah islam memcatat beberapa nama yang bekerja bersama Rufaidah Al-Asalmiya seperti: Ummu Ammara, Aminah, Ummu Ayman, Safiat, Ummu Sulaiman, dan Hindun. Sedangkan beberapa wanita musim yang terkenal sebagai perawat saat masa Rasulullah SAW saat perang dan damai adalah: Rufaidah binti Sa’ad Al-Aslamiyyat, Aminah binti Qays Al-Ghifariyat, Ummu Atiyah Al-Anasaiyat, Nusaibat binti Ka’ab Al Amziniyat, Zainab dari kaum Bani Awad yang ahli dalam penyakit dan bedah mata).
Sebagai tambahan pengetahuan, perkembangan keperawatan didunia islam atau lebih tepatnya lagi di negara Arab Saudi dapat digambarkan sebagai berikut:
1.      Masa penyebaran islam /The Islamic Periode ( 570 – 632 M). pada masa ini keperawatan sejalan dengan peperangan yang terjadi pada kaum muslimin (Jihad). Rufaidah Al-Asalmiya adalah perawat yang pertama kali muncul pada mas ini.
2.      Masa setelah Nabi / Post Prophetic Era (632 – 1000 M). pada masa ini lebih didominasi oleh kedokteran dan mulai muncul tokoh-tokoh kedokteran islam seperti Ibnu Sinna, Abu Bakar Ibnu Zakariya Ar-Razi (dr. Ar-Razi).
3.      Masa pertengahan/ Late to Middle Age (1000 – 1500 M). pada masa ini negara-negara arab membangun rumah sakit dengan baik, pada masa ini juga telah dikenalkan konsep pemisahan antara ruang rawat laki-laki dan ruang rawat perenpuan. Juga telah dikenalkan konsep pasien laki-laki dirawat oleh perawat laki-laki dan pasien perempuan dirawat oleh perempuan.
Masa modern (1500 – sekarang). Pada masa ini perawat-perawat asing dari dunia barat mulai berkembang dan mulai masuk kenegara arab. Namun, pada masa ini salah seorang perawat bidan muslimah pada tahun 1960 yang bernama Lutfiyyah Al-Khateeb yang merupakan perawat bidan arab Saudi pertama yang mendapatkan Diploma Keperawatan di Kairo,  ia mendirikan institusi keperawatan di Arab Saudi.











Betty Neuman
betty neuman
BETTY NEUMAN
Betty Neuman lahir pada tahun 1924 disebuah pemukiman pertanian tidak jauh dari Lowell, Ohio.Ayahnya seorang petani dan ibunya seorang rumah tangga. Dengan rasa cintanya pada tanah kelahirannya ia bermaksud untuk membangun desanya Ohio dan menjadikan latar belakang pada rasa pada kebutuhan penduduk desanya. Betty Neuman pertama kali memperoleh pendidikan pada People Hospital School of Nursing sekarang General Hospital Akron di Akron, Ohio tahun 1947. kemudian ia pindah ke Los Angles untuk tinggal dengan keluarganya di California. Di California ia memegang jabatan penting di Staff Keperawatan Rumah Sakit. Kemudian ia melanjutkan pendidikan di Universitas of california di Los Angles dengan jurusan Psikologi. Dia menyelesaikan gelar sarjana mudanya pada tahun 1957. Pada tahun 1966 dia mendapat gelar Master dibidang Kesehatan Mental, konsultan kesehatan masyarakat pada University of California ia melanjutkan Program Administrasi Pendidikan Tinggi di Ohio University. Dr. Neuman terus menjalankan tugasnya dengan menjadi wakil tingkat international untuk sekolah keperawatan dan sebagai perwakilan latihan pengangkatan model keperawatan.

 

 


 


 

Gardner, Sewall Maria


Lahir 5 Februari 1871, Newton, Massachusetts; meninggal 20 Februari 1961, Providence, Rhode Island
Sebagai seorang gadis, Maria Sewall Gardner pindah dengan dia baik-untuk-melakukan keluarga dari Massachusetts ke Providence, di mana dia tinggal dan bekerja sepanjang hidupnya. Gardner dikreditkan ayahnya dan saudara tiri, keduanya pengacara dan hakim, dengan mengajar dia untuk berpikir jernih dan merasa rasa tanggung jawab kewarganegaraan.Pada tahun 1890, Gardner lulus dari Miss Porter's School di Farmington, Connecticut. Dia memasuki Newport Rumah Sakit Pelatihan Sekolah Perawat ketika ia lebih dari tiga puluh.
Pada tahun 1905, segera setelah lulus, Gardner menjadi direktur Providence Kabupaten Keperawatan Dasar, yang ia menuju hingga pensiun di tahun 1931. Worried that the boom in public-health work was leading to employment of poorly trained nurses, Lillian D. Wald, Gardner, and others prodded the two national nurses' groups to establish a standard-setting body. Khawatir bahwa boom dalam pekerjaan kesehatan masyarakat memimpin untuk kerja perawat kurang terlatih, LiLillian D. Wald, Gardner, dan lain-lain menusuk kelompok dua perawat nasional 'untuk mendirikan suatu badan standar. Hasilnya adalah Organisasi Nasional Perawatan Kesehatan Masyarakat (NOPHN), didirikan pada tahun 1912. Gardner membantu rancangan konstitusi, adalah aktif di dewan direksi pertama, dan berhasil Wald sebagai presiden NOPHN 1913-1916.
 Seperti NOPHN, pertama buku Gardner, Perawatan Kesehatan Masyarakat (1916), yang ditujukan untuk membimbing, menahan, dan standarisasi upaya perawat dan orang awam terjebak dalam antusiasme untuk kesehatan masyarakat. Perlakuan sistematik pertama subjek, itu direvisi pada tahun 1924 dan 1936 dan di media cetak hingga 1945. Dalam sebuah demonstrasi di seluruh dunia pengaruh metode keperawatan Amerika itu diterjemahkan ke bahasa Prancis, Spanyol, Cina, dan Jepang. Walaupun digunakan di dalam kelas, buku ini melayani khalayak yang lebih luas dengan menawarkan nasihat tentang bagaimana menemukan dan mengelola hubungan kabupaten menyusui, cara menjalankan program satu wanita kesehatan masyarakat, dan bagaimana berurusan dengan meletakkan papan manajer.
Setelah dia pensiun, Gardner menerbitkan dua karya fiksi. Jadi Build Kami (1942) menyajikan episode dalam kehidupan Maria Melton, direktur asosiasi keperawatan kabupaten. Episode menanamkan prosedur yang benar dan kesadaran faktor sosial, dan percakapan kadang-kadang berubah menjadi eksposisi tak bernyawa masalah administratif, tapi buku itu melampaui kecenderungan akan pendidikan dalam penggambaran sebuah dunia yang semua-perempuan.Melton murah hati menuntun, wanita bawahan, masing-masing memberikan bimbingan dia butuhkan. Jadi Membangun Kami menggambarkan dunia di mana niat baik perempuan, kecerdasan, profesionalisme, dan merawat cukup untuk menciptakan harmoni. Ketiadaan konflik dan referensi lebih-dari-sekilas untuk penderitaan-menakjubkan dalam studi keperawatan-memperlemah buku tetapi menyarankan Gardner visi tentang kehidupan yang ideal.
Katharine Kent (1946), sebuah buku yang lebih baik, berikut seorang perawat dari kelulusan sampai usia menengah.Seperti Gardner, Katharine Kent adalah kelas atas New Englander, seorang anak perempuan dan saudara perempuan dari pengacara yang akhirnya mengepalai sebuah asosiasi publik kesehatan keperawatan di kota sendiri. Seperti Gardner, ia menulis sebuah buku berpengaruh saat sakit dan membuat sebuah program untuk melatih perawat kesehatan masyarakat di Italia.(Gardner menggunakan bagian dari surat dia menulis setelah Perang Dunia I ketika dia melayani dengan Palang Merah Amerika Komisi Tuberkulosis di Italia di account nya usaha Eropa Kent menyusui.) Elemen lain dalam buku ini rupanya berasal kurang dari otobiografi dari dari konsepsi Gardner dari karir yang ideal.Buku ini berakhir, seperti yang dilakukan Jadi Build Kami, dengan pahlawan yang menegaskan senang di dipilih pekerjaannya
 fiksi Gardner dan banyak dari pidato nya, artikel, dan laporan merayakan nilai pekerjaan dalam kehidupan perempuan. bekerja Profesional menciptakan dihargai ikatan perkawanan dan pemuridan antara perempuan, dan hubungan egaliter antara perempuan dan laki-laki atau perempuan dan keluarga mereka. Gardner mencoba untuk menggambarkan wanita yang bahagia sebagai istri tinggal di rumah dan ibu, tetapi mereka tetap tokoh bayangan, hidup hanya dalam pelayanan sukarela mereka untuk perawatan kesehatan masyarakat.Dalam buku-bukunya itu adalah partisipasi dalam "perang panjang melawan penyakit dan penderitaan dan kematian" jompo yang membuat wanita senang.
 Tulisan gardner, meskipun kadang-kadang amatir dan berkhotbah, adalah dokumen berharga dalam sejarah keperawatan, perempuan profesional, dan hati nurani masyarakat Amerika.Tidak ada pemimpin lain dalam upaya untuk membuat sebuah profesi keperawatan Amerika menulis secara terbuka tentang motif dan penghargaan. Meskipun dialog kayu nya, sempit, perspektif kelas atas, dan resolusi konflik mudah, Katharine Kent menawarkan potret bergerak dari seorang wanita yang mengejar otonomi dan seorang ibu dan Kristen yang ideal fundamental pelayanan








Faye Glenn Abdellah
Lihat gambar ukuran penuh
Faye glenn abdellah lahir tanggal 13 maret 1919 di new York city .bertahun-tahun kemudian,pada tanggal 6 mei 1937 pesawat berbahan bakar hydrogen jerman Hindenburg meledak diatas Lakehurst,New Jesey, di mana abdellah 18 tahun dan keluarganya kemudian hidup, dan abdellah dan adiknya berlari ke tempat kejadian untuk membantu dalam sebuah wawancara dengan seorang penulis untuk wajah perawat, Abdellah bercerita :
“saya bisa melihat orang melompat dari zepellin dan saya tidak tahu bagaimana merawat mereka,sehingga itulah aku bersumpah bahwa saya akan belajar merawat .”
   Abdellah memperoleh ijazah keperawatan dari fiktin memorial hospital school of nursing.sekarng ann mei school of nursing.pada tahun 1940.ia sudah cukup untuk berlatih, tapi abdellah percaya bahwa asuhan keperawatan harus didasarkan pada penelitian,bukan jam perawatan.dia melanjutkan sekolahnya dan mendapatkan gelar: sarjana dibidang ilmu keperawatn tahun 1945,gelar master seni di fisiologi pada tahun 1947 dan seorag dokter derajat pada tahun 1955.dengan pendidikan lanjutannya,Abdellha bisa memilih untuk menjadi dokter.namun seperti yang dikatakannya dalam wawancara kdi muka perawat “ saya tidak pernah ingin mrnjadi MD karena saya bisa melakukan semua yang ingin saya lakukan di keperawatan,yang merupakan profesi yang peduli”.sebagai seorang perawat terlatih Abdellah berhasil mengelola klinik perawatan primer di yayasan pendidikan anak di New York city dan mengelola obse obstetricsgynecology di Universitas Columbia PresbyterianMedical Center.

*       perubahan perawatan profesi
Abdellah kemudian menjadi instuktur perawat dan peneliti dan membantu mengubah fokus profesi dan penyakit terpusat untuk unuk menjadi pasien berpusat.Dia memperluas peran perawat untuk memasukkan mengurus keluarga dan orang tua.Dia mengajar keperawatan praktek dan mengajar metode penelitian dan teori dibeberapa universitas,termasuk sekolah di Washington,Colorado,Minnesotadan south Carolina.dia juga memegang beberapa posisi administrasi fasilitas medis.pada tahun 1933 ia mendirikan dan menjabat sebagai dekan pertama dari graduate school of nursing di universitas pelayanan berseragam ilmu kesehatan di Bethesda, Maryland.pekerjaan pertama Abdellah adalah di Yale University school of nursing dimana dia bekerja ketika ia berusi awak 20 an tahun.pada waktu itu ia diminta untuk mengajar kelas yang disebut “120” prinsip praktek keperawatan menggunakan buku teks standar keperawatan diterbitkan oleh liga nasional untuk keperawatan.buku ini mencakup pedoman yang tidak memiliki dasar ilmiah dan sebagai Abdellah Maura S.McAulife mengatakan dalam wawancara “siswa Yale hanya brilian dan menantang saya untuk menjelaskan mengapa mereka diharuskan untuk mengikuti prosedur anpa mempertanyakan ilmu dbelakang mereka” setelah setahun abdellah menjadi begitu frustrasi dan di mengumpulkan kawan-kawan nya di dihalama Yale dan membkar buku pelajaran.kekesokan paginya dekan sekolah mengatakan bahwa dia harus membayar untuk teks hancur.butuh waktu satu tahun untuk Abdellah melunasi utangnya, tapi ia tidak pernah menyesali perbuatannya.ketika dia mengatakan di sesi wawancara “dari 120 prinsip yang saya diminta untuk mengajar,aku benar-benar menghabiskan sisa kehancuran hidup saya yang mengajar,karena itu mulai saya dijalan panjang dalam mengejar dasar ilmiah dari praktek kita” Abdellah adalah penggagas program gelar untuk perawat.program diploma,ia dipercayai,tidak pernah dimaksudkan dalam mempersiapkan perawat ditingkat professional.perawatan pendidik untuk fokus pada teori dan penelitian.studi pertama gadis itu kualitatif,mereka hanya menjelaskan situasi.sepertinya karirnya berkembang,penelitiannya berevolusi untuk mencakup fisiologi,kimia,dan ilmu perilaku.pada tahun 1957 Abdellah memimpin tim riset di Manchester,Connecticut,yang membentuk dasar bagi apa yang dikenal sebagai perawatan pasien progresif.dalam kerangka ini pasien perawatan kritis dirawat di unit perawatan intensif,didikuti oleh transisi untuk perawatan segera,dan kemudian perawatan dirumah.Dua segmen pertama dari program perawatan terbukti sangat popular dalam profesi pengasuh.Abdellah dikreditkan dengan mengembangkan unit nasional diuji pertama perawatan koroner sebagai hasil dari pekerjaannya di Manchester.tahap ketiga dari persamaan perawata pasien progresif-perawatan di rumah – tidak diterima secara luas di pertengahan abad kedua puluh.
*      Mendirikan Standar
Dalam inovasi di bidangnya,Abdellah mengembangkan penilaian pasien care Evaluasi (PACE),sistem standar yang digunakan untuk mengukur kualitas relative dari fasilitas pelayanan kesehatan individu yang ,asih digunakan dalam industry perawatan kesehatan kea bad-21.Dia juga salah satu orang pertama dalam industry perawatan kesehatan untuk mengembangkan sebuah system klasifikasi untu perawatan pasien dan catatan pasien oriented.klasifikasi system telah berevolusi dengan cara yang berbeda dalam industry kesehatan, dan pekerjaan abdellah adalah dasar dalam pengembangan bentuk yang paling banyak digunakan: kelompok diagnostic terkait,atau DRGs.DRGs yang menjadi sisem pengkidean standar yang digunakan  oleh medicare,mengkategorikan pasien sesuai dengan diagnosa primer dan sekunder tertentu.sistem ini membuat biaya kesehatan turun karena masing-masing kode DRG meliputi jumlah maksimum medicare akan membayar untuk diagnosis tertentu atau prosedur,sambil memperhitungkan usia pasien dan lama tinggal di dalam fasilitas perawatan kesehatan.penyedia diberikan insentif untuk menjaga harga turun karena mereka hanya menyadari keuntungan jiak biaya kuarang dari jumlah yang ditentukan oleh kategori DRG relevan.selain mengarah pada ke system Drg ,kerja Abdellah dengan klsifikasi telah berperan dalam pengembangan terus-menerus dri system klasifikasi internasional untuk praktek keperawatan.saat ia dijelaskan dalam gambar “ada upaya besar yang berkelanjutan untuk mengembangkan klasifikasi internasional untuk praktek keperawatan untuk memberikan kerangka pemersatu untuk merawat”
*      Bertugas di Militer
Abdellah melayani selama 40 tahun di US public health service (PHS) ditugaskan corps disebuah cabang militer.Dia menjabat aktif bertugas selama perang korea dan petugas perawat pertama yang mencapai peringkat laksamana dua bintang.perannya diluar pekerjaan sebagai perawat kesehatan masyarakat,sebagai perawat lansia.Dia adalah salah satu yang pertama untuk berbicara tentang keperawatan gerontological,untuk melakukan penelitian didaerah itu,dan emepengaruhi kebujakan publk tentang panti jompo.selama tahun 1970-an ia bertanggung jawab untuk menetapkan standar keperawatan ruamh di Amerika serikat .Abdellah diperiksa di panti jompo dengan membuat kunjungan mendadak dan berjalan-jalan disekitar area pemeriksaan dan pengunjung jarang melihat.ia menemukan banyak bahaya kebakaran dan juga menemukan bahwa ha itu seringkali sulit untuk menelusuri kepemilikan rumah jompo.Pengawasan abdelleh tidak disambut baik,bahkan oleh papan lisensidibebankan dengan mencari keluar untuk pasien usia lanjut.dan itu dibeberapa Negara dilarang.Abdellah melakukan kunjungan tanpa pemberitahuan.Abdellah telah sering menyatakan bahwa ia percaya perawat harus lebih terlibat dalam diskusi kebijakan public tentang peraturan panti jompo.saat ia berkata “sikap umum kami adalah membiarkan orang lain yang melekukannya,kita perlu membuat terobosan dinegara-negara dan wilayah sebelum kita bisa sampai ketingkat federal,lalu kita bisa memiliki lebih dari suara di tingkat nasional…saya yakin bahwa jik kita ingin memiliki efek pada legislator,cara yang palin penting adalah untuk mendapatkan perawat ditugaskan sebagai rekan kongres .. ‘mereka’ adalah orang-orang yang benar-benar memikirkan rancangan undang-undang”.Pada tahun 1981 ia menjabat  US Surgeson General C.Everett Koop ahli bedah,membuat perawat pertama dan wanita pertama yang menjabat posisi tersebut.Dia menjadi dokter bedah umum di AS selama delapan tahun dan pension dari militer pada tahun 1989.sebagai ahli bedah umum deputi itu adalah tanggung jawab Abdellah untuk mendidik orang amerika tentang isu  kesehatan public ,dan ia bekerja teku dibidang AIDS,pearawatan rumah sakit,merokok,alcohol,dan kecanduan obat,cacat mental,dan kekerasan dalam posisi pemerintahanya,Abdellah juga terus  mendistribusikan selebaran untuk menginformasikan masyarakat tentang penyakit Alzheimer,Arthritis,penggunaan obat-obatan yang aman dari penykit influenza,tekanan darah tinggi,dan ancaman terhadap kesehatan lansia.Di bawah bimbingannya,PHS juga bekerja sama degan dokter untuk membuat mereka sadar akan penelitian terbaru tentang isu-isu kesehatan tentang pasien yang lebih tua,misalnya dokter yang memperingatkan bahwa dosis obat biasa mungkin tidak sesuai untuk pasien lanjut usia.
*      Konribusi Internasional
Sebagai seorang konsultan dan pendidik,Abdellah berbagi teori keperawatannya dengan perawat di seluruh dunia.Dia memimpin seminar Perancis,Portugal,Cina,selandia baru,Australia,dan Uni soviet.Dia juga menjabat sebagai konsultan penelitian untik organisasi kesehatan dunia.Dari perspektif globalnya,Abdellah belajar untuk menghargai perawatan medis nontradisional dan saling melengkapi dan mengembangkan kepercayaan perawatan non-barat seperti penelitian ilmiah.Abdellh telah menulis banyak artikel dan urnal-jurnal professional serta beberapa buku termasuk pengarug nurse staffing pada kepuasan dengan  perawatan  (1959),pendekatan yang berpusat pasien untuk perawatan (1960),Better Pattient Care melalui perawatan riset (1965, revisi 1986) dan intensive care,Konsep Dan Praktik Perawat Spesialis Klinis (1969).Dia adalah penerima lebih dari 70 penghargaan dan gelar kehormatan dan merupakan sesame dari American Academy of Nursing.Abdellah ditunjuk menjadi keperawatan Hall the Fame di Columbia pada tahu 1999.
Pada tahun 2000 Abdellah dinobatkan menjadi national Women’s Hall of Fame di Seneca,New York.selama Hall of Fame pidato induksinya,Abdellah berkata  “kami tidak bisa menuggu dunia untuk berubah …dengan kecerdasan,tujuan,dan Visi  mari kita harus memimpin dan mengubah dunia.mari maju bersama….saya janji tidak akan pernah beristirahat sampai pekerjaan saya selesai”. !





















Sumber : dari mana saja....selamat bekerja.....







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar